Antara Jam Pasir Dan Kehidupan

Pernahkah anda perhatikan jam pasir, bagaimana bila di perhatikan,semakin lama pasir yang berada di atas akan jatuh kebawah dan pasir itu makin berkurang dan seterusnya akan habis, begitulah kehidupan kita.



pernahkah terlintas di hati kita, semakin hari, semakin kesuntukan masa kita bersama keluarga, makin sedikit masa kita bersama rakan dan makin kesuntukan untuk kita merasai nikmat dunia. firman Allah :

"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al Mu'minuun-114-115)
Imam Al Ghazali mengatakan perkara yang paling hampir dengan kita ialah kematian.

Sesungguhnya kematian adalah satu perkara yang amat di takuti oleh manusia. Al qurtubi ada mengatakan bahawa musibah bagi manusia adalah kematian, walaupun pada Allah bila hanya 'kun fayakun', dan mengikut al Qurtubi lagi, perkara yang lebih besar musibahnya ialah orang yang lupa kepada kematian, Rasulullah telah memberi gambaran kepada kita tentang azab dan sakitnya kematian untuk orang yang ingkar di ibaratkan sama seperti dipukul dengan 300 pedang dan untuk hambanya yang salih "sesungguhnya maut yang paling ringan bagaikan kawat jeriji menjerat kambing. bila kambing itu terlepas pasti terlekat padanya bulu kambing tersebut". begitulah azab kematian yang kita melupakan. Bagaimana manusia boleh melupakan saat kematian sedangkan bila terluka terkena pisau atau terluka akibat kemalangan, manusia sudah tidak sanggup menanggung kesakitan itu.tidak berhenti dari mulut berkata "aduh,aduh aduh....." hakikat kematian yang bila mendatangi kita, tanpa kata-kata di ungkapkan ketika nyawa di cabut oleh Izrail hanya imanlah yang di pertaruhkan

Adakah kita semua sedar bagaimana bentuk izrail ketika mendatangi manusia yang akan diambil nyawanya. Dalam ihya'ulumuddin mengambarkan, di riwayatkan dari Al Khalil Ibrahim a.s bahawa beliau meminta kepada malaikat izrail supaya menunjukkan wajahnya yang sebenar ketika mengambil nyawa orang yang derhaka pada Allah, Malaikat Izrail mngatakan bahawa engkau tidak tahan melihat ku. Bila Izrail menunjukkan mukanya yang sebenar, berupa seorang lelaki hitam berambut tegak, berbau busuk dan berbaju hitam dan dari mulut dan lubang hidungnya keluar api dan asap lalu pengsan Nabi Ibrahim. Bila Izrail kembali kepada wajahnya yang asal. Kemudian Ibrahim berkata: " hai malaikat maut, seandainya kematian mendatangi manusia yang derhaka pada Allah, sudah cukup baginya dengan melihat wajahmu"

Cuba kita kita fikirkan bagaimana kedaan kita seandainya di datangi malaikat maut berwajah sedemikian. Realiti kehidupan kita sekarang, bila seseorang itu tahu masa kematiannya contohnya bila di kenakan hukuman gantung, pasti masa seseorang itu akan manfaatkan masanya dengan beribadat, kita haruslah sedar bahawa setiap nafas yang kita hirup ini sedang menunggu saat kematian.

Nabi memberitahu kepada sahabat saat malaikat maut hendak mencabut nyawa sesorang yang ingkar pada Allah. ketika manusia itu dalam keadaan nazak datanglah Izrail dengan berwajah hitam kepadanya, dia duduk di sebelah dan terus melutut serta di bawanya tenunan kasar, berkatalah Izrail "wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju amarah dan murka Allah". Bergetar badannya. Rohnya pula dicabut dari badan sebagaimana dicabut bulu binatang dari tempat alat pemanggang.

Semua malaikat di langit dan di bumi melaknat roh tersebut, setelah itu rohnya di letakkan dalam tenunan kasar, dari tempat itu berbau bauan yang teramat busuk di dunia, ketika ruh itu di naikkan ke langit, setiap malaikat yang di laluinya pasti bertanya ruh siapa yang berbau busuk? di jawab roh si fulan dan di panggil dengan nama yang paling buruk di dunia, hingga sampai di hujung langit dunia. Malaikat pembawa ruh itu meminta pintu di bukakan dan di kabulkan.

kemudian Rasulullah SAW membaca ayat yang bermaksud
tidak sesekali akan di bukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk syurga sehingga unta masuk di lubang jarum..

lalu Allah berfirman, "tulislah catatan dalam sijjin, di dasar bumi yang paling bawah," maka ruhnya di lemparkan begitu saja

kemudian nabi membaca ayat yang bermaksud
Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

Begitulah kematian orang yang menderhaka kepada Allah, MasyAllah, betapa dasyatnya dan hinanya kematian yang di akhiri dengan suu'i khotimah. Oleh itu, sempena bulan yang penuh dengan keberkatan ini, marilah sama menghidupkan ramadan ini dengan mendekatkan diri padanya dan mengejar taqwa kepada Allah. Syukur kepada Allah kerana memberi kita peluang bertemu dengan ramadhan, semoga masa yang tersisa ini dapat kita hiasi dengan taubat dan munajat supaya mencapai la'allakum tattaqun.