Video Pengikut Ahmadiyah Di Belasah Sampai Mati

Video menunjukan bagaimana serangan keatas Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menyebabkan beberapa pengikutnya tewas lalu dipukul sampai mati.






Mengimbau kembali mengapa Serangan ini berlaku, ikuti sedikit info ini..

Semestinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendesak pemerintah pusat membubarkan organisasi Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) karena terbukti melakukan penistaan terhadap agama Islam.

"Pemerintah harusnya tegas membubarkan Ahmadiyah. Karena kewenangan ada di pemerintah pusat," kata Ketua MUI Jawa Timur, Abdusshomad Buchori, usai mengikuti pembacaan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang pelarangan aktivitas Ahmadiyah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 28 Februari 2011.

Abdusshomad menegaskan, tidak ada alasan untuk tidak membubarkan Ahmadiyah dan pemerintah tidak boleh takut dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM) dengan membubarkan JAI. Sebaliknya, kelompok yang melakukan penistaan agama dikategorikan melakukan pelanggaran paling berat di atas pelanggaran HAM.

"Mereka mengaku Islam, tapi nabi terakhirnya bukan Nabi Muhammad SAW. Ini jelas menyinggung umat Islam. Apa ini tidak melanggar HAM?" terangnya.

Ia berharap pemerintah bertindak adil menyikapi keberadaan Ahmadiyah yang meresahkan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Di Indonesia, sambungnya, banyak aliran Islam dan ormas Islam. Harusnya Ahmadiyah itu bisa memilih bergabung dengan berbagai aliran itu daripada terus mempercayai Mirza Ahmad Ghulam sebagai nabi terakhir dan mengubah beberapa ayat suci Al-Quran.

"Pengikut Ahmadiyah itu sesat. Meski mengaku shalat dan puasa, serta menjalankan ritual ibadah lainnya, tapi esensi ajarannya bertentangan dengan Islam. Ini yang tidak benar," tegasnya.

Jika tidak mau kembali ke Islam, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang menyebut Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Lebih baik mereka menjadi agama sendiri dengan begitu bebas menjalankan keyakinannya tanpa perlu diributkan lagi.

"Tapi ingat, jangan sekali-kali meniru ajaran Islam jika sudah memisahkan diri. Jika masih menjalankan ritual ibadah, ya harus dirangkul dan disadarkan masuk Islam versinya Nabi Muhammad," lanjutnya.

Dikatakan, jika diajak berdiskusi terkait ajaran Ahmadiyah, mereka selalu berkelit, menjawab bahwa mereka bagian Islam. Tapi, jika dicermati sisi historis dan kitab yang dijadikan pegangan terlihat jelas jika mereka melecehkan Islam.

"Saya ngomong begini karena sudah membaca asal-usul Ahmadiyah yang dibuat Inggris di India sebelum pecah jadi Pakistan. Jadi harusnya jamaah Ahmadiyah insyaf dan memilih Islam secara benar." indowatch.com